- 21st May
2013 - 21
- 21st May
2013 - 21
- 21st May
2013 - 21
- 14th May
2013 - 14
Dan, Adakah?
Dulu, aku tidak pernah membagi buku hidupku dengan siapapun, tidak pernah. Selalu ada halaman-halaman yang sengaja kusobek agar ceritaku tak terangkai sempuna. Aku hanya tidak ingin membagi buku hidupku dengan siapapun, tidak pernah ingin. Bagiku, milikku adalah milikku. Kukunci rapat-rapat buku hidupku. Aku hanya tidak ingin ada orang-orang yang menyelami bait kisahku terlampau dalam. Aku hanya tidak ingin merasa harus untuk membalas hutang untuk menyelami kisah-kisah orang lain. Aku hanya tidak ingin tenggelam terlalu dalam dalam buku hidup milik orang lain.
Namun, itu dulu. Hanya dulu. Sepenggal aku yang dahulu, yang belum menjadi sekarang……
Kemudian, di sini, di tempatku terdampar, aku terhenyak. Kutemukan segelintir orang yang dengan lancang berani menyelami buku hidupku, memaksaku untuk terus berucap, meniadakan rem dari ucapanku. Di sini, aku tidak bisa berhenti, tidak tahu lagi caranya berhenti. Mereka membiusku membuatku tidak sadar bahwa mereka telah jauh menyelami setiap lembar buku hidupku, menemukan lembar-lembar yang kusobek dan kunyembunyikan, seperti teka-teki, mereka rangkai dengan asumsi dari lembar-lembar terakhir yang tersisa. Dan lalu, aku pun menemukan titik balik kehidupanku. Bertemu dengan situasi yang sejatinya tidak pernah ingin aku hadapi. Ya, membalas rasa untuk turut menyelami buku hidup mereka yang telah berani menyelami buku hidupku.
Nyatanya, tak terlalu mengerikan. Aku menyelami setiap buku dengan caraku sendiri. Aku tidak pintar berbasa-basi, aku tidak pintar berempati. Aku si sadis, begitulah kata mereka. Tapi, mungkin pada titik kesadisankulah aku menemukan cara untuk menyelami, semakin dalam, ke bagian-bagian yang semakin gelap. Hingga aku bertemu pada suatu ruang yang sangat gelap, terlalu gelap.
Dan, aku seperti merasa harus menjelajahi ruang gelap yang kutemukan. Aku seperti dipaksa untuk terus berbincang dengan pikiranku sendiri. Aku seperti tidak mendapat jawaban dari si(apa)pun di dalam sana. Dan aku, seperti tidak punya kekuatan untuk melontarkan tanya-tanyaku lagi, yang sinikel, yang satir, seperti biasanya. Aku merasa seperti terlalu takut untuk berbuat salah di dalam ruang gelap tersebut. Ada yang ingin kutarik, tapi rasa-rasanya si(apa)pun-yang-ingin-kutarik seperti tidak mengharapkan kehadiranku. Pintunya seperti ditutup rapat, seperti penjara. Dan oh, aku terhenyak. Aku menemukan jiwa yang memeranjarakan diri.
Lantas, aku harus berbuat apa? Kembali adalah hal tersulit bagiku. Aku sudah menyelam terlalu dalam, terlalu gelap jalanku untuk kembali. Terlalu sesak rasanya untuk terus tersesat dalam perbincanganku dengan diriku sendiri. Terlalu gila rasanya untuk terus menerka-nerka. Jika aku tahu caranya mengosongkan pikiranku, jika aku tahu rasanya untuk membumihanguskan segala perdebatan di dalam kepalaku, sudah kulakukan saat ini juga. Atau, adakah jiwa yang tahu caranya kembali ke permukaan tanpa pernah merasa bahwa aku telah menyelam terlalu dalam? Dan, adakah yang tahu caranya untuk meniadakan segala ketiadaan yang semakin menghimpit di rongga-rongga pikiranku?
- 14th May
2013 - 14
Kenapa diam selalu menjadi pilihan padahal masih ada ruang untuk kata dan suara? Kenapa asumsi selalu jadi pilihan padahal masih ada kebenaran yang tak bertanda tanya? Kenapa pergi dan menciptakan kesendirian menjadi pilihan padahal masih ada ruang untuk tak perlu melebih-lebihkan kesedihan?
Dan, kenapa aku selalu mengucap kata ‘kenapa’? Semenarik itukah kata tersebut dalam dialektika pribadiku?
- 14th May
2013 - 14
Bahwa akan selalu ada yang terasa hilang padahal sejatinya tak pernah hilang. Bahwa akan selalu ada kesakitan di setiap penolakan. Bahwa akan selalu ada sesak di setiap helai asumsi yang tercipta. Sesak terhimpit di antara kebenaran atau pembenaran, di antara opini atau fakta yang saling menyamar satu sama lain.
- 14th May
2013 - 14
Hi, Tumblr! Hi, words! Long time no see. So, lemme write something right now :D
- 5th May
2013 - 05
If I’m too logic, then where’s my heart? is it freeze? or has it gone?
- 5th May
2013 - 05
Ketika gelap menenggelamkanmu dalam kebutaan namun terang menyorotkan kilaunya terlalu terang ke pelupukmu. Rasanya mematikan. Kau tahu rasanya dimatikan secara paksa?
- 5th May
2013 - 05
Adakah yang pernah tahu rasanya menahan dua hal yang saling berkontradiktif? Adakah yang tahu rasanya memiliki dua sisi yang begitu berbeda? Adakah yang tahu rasanya menjadi abu-abu? Adakah yang tahu rasanya menjadi gelap dalam terang atau terang dalam gelap?
- 5th May
2013 - 05
Melukis kekosongan adalah cara terbaik untuk meniadakan kesesakan.
- 5th May
2013 - 05
is there a monster in my soul? or an evil right here? or am I just too logic?
- 4th February
2013 - 04
Having a man who always give me a space to fly away is the best thing I’ve ever felt.
- 2nd February
2013 - 02
Hi, Tumblr! Long time no see. Me miss you!
- 12th January
2013 - 12
:3
(Source: tiaraless, via loveeholic)


